Pada
suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan di hutan, ketika sedang asik
berjalan-jalan sambil makan rumput tiba-tiba Kancil dikagetkan dengan
sura auman di depannya, ternyata itu adalah seekor Harimau yang
tampaknya sedang kelaparan.
Auuummm!!! Hari ini nasibku baik sekali, perutku lagi kroncongan ehh ketemu Kancil sebagai makan siangku. Hei Kancil siap-siap ku makan nih, Aummmmmmmmm!!!.
Eittt! Tunggu Dulu Harimau, kalau kamu makan aku, kamu akan
kehilangan cerita rahasia sabuk sang dewa, siapa yang memakainya akan
bisa terbang dan kuat seperti dewa. Mau ngak bisa terbang dan kuat
seperti dewa pasti kamu jadi raja hutan seperti selama ini yang kamu
idam-idam kan, mau ngak ???? “ kata Kancil”.
Benar nih Cill, kamu ngak akan ku makan asal kamu beri tahu dimana letak sabuk dewa itu. “kata harimau”.
Benar dong, ayo ikut aku ke batu besar dipinggir sungai dekat rumpun bambu di selatan hutan. “kata Kancil”.
Merekapun segera berjalan menuju pinggir sungai di
selatan hutan, ketika sampai ditujuan tampak sebuah benda berwarna
cokelat hitam melingkar di sebuah batu besar menyerupai sebuah sabuk.
Harimaupun mengaum panjang, Aummmmmmm!!! Bergerak hendak menerjang benda tersebut.
Eitt !
Tunggu dulu Harimau, kalau kamu mau memakai sabuk dewa tersebut kamu
harus berjalan mundur kearah sabuk tersebut dan jangan sekali-kali
menengok ke belakang, agar dewa pemilik sabuk itu tidak mengetahui
kehadiran mu kan mereka sedang asik mandi di sungai. “kata kancil”



